Home >> Berita LDII Surabaya >> Elemen Masyarakat Jatim Desak Presiden Jokowi Tolak Permohonan Maaf Terhadap PKI

Elemen Masyarakat Jatim Desak Presiden Jokowi Tolak Permohonan Maaf Terhadap PKI

Rencana Presiden Joko Widodo meminta maaf kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965 di acara pidato kenegaraan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 menyulut amarah rakyat Indonesia. Permintaan maaf terhadap PKI bisa memicu konflik horizontal dan kemungkinan pemulangan sejarah pemberontakan PKI dan penumpasan lagi oleh rakyat.

Hal ini rakyat Indonesia mendesak pemerintah untuk membatalkan permohonan maaf terhadap PKI. Berbagai upaya telah ditempuh salah satunya yang dilakukan berbagai elemen masyarakat Jawa Timur menggelar demo aksi didepan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (13/8/2015).

nkri-harga-mati

Elemen masyarakat Jawa Timur diantaranya adalah Center for Indonesian Community Studies (CICS), Gerakan Nasional Patriot Indonesia (GNPI), Forum Penegak Pancasila (FPP), Front Anti Komunis (FAK), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Front Pembela Islam (FPI), Forum Keluarga Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), Pemuda Panca Marga (PPM), Patriot Garuda, Pelajar Islam Indonesia (PII), Laskar Arief Rachman Hakim, Front Pemuda Islam Surabaya (FPIS), Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI).

“Jika pemerintah memberikan maaf, sama artinya pemerintah mengakui dan membenarkan pemberontakan PKI yang terjadi pada tahun 1948 serta aksi saling membantai yang terjadi pada tahun 1965,” ungkap Arukat Jaswadi, koordinator aksi.

Arukat menjelaskan bahwa kami melakukan ini bukannya anti pemerintah, anti Jokowi, namun kami membantu pemerintah dan peduli Indonesia. Kami tidak ingin negara Indonesia kembali dikuasai oleh para komunis.

Hal senada diungkapkan ketua DPD LDII kota Surabaya Drs. H. M. Amien Adhy, pernyataan sikap kami untuk menjaga keutuhan NKRI sudah bulat. NKRI harga mati tidak ada tawar-menawar. “Jika Presiden Jokowi memaafkan PKI sama halnya meruntuhkan NKRI. Para komunis bisa-bisa menguasai Indonesia kembali dan UUD 1945 serta Pancasila akan terancam,” kata Amien.

ldii-surabaya

Pemerintah provinsi Jawa Timur yang diwakili kepala Bakesbangpol  Zainal Muhtadien menemui dan menerima perwakilan pendemo di ruang rapat Grahadi. Dalam pertemuan tersebut berbagai elemen masyarakat menyampaikan pernyataan sikap bersama menyikapi wacana permintaan maaf, rekonsiliasi, rehabilitasi terhadap PKI.  Elemen berbagai masyarakat mendesak pemerintah provinsi Jawa Timur supaya aspirasi (pernyataan sikap) mereka disampaikan ke presiden Jokowi segera melalui faximile.

Hal ini Zainal Muhtadien mengapresiasi terhadap elemen masyarakat telah melakukan demo dengan tertib, tanpa ada kerusuhan dan kerusakan. Zainal Muhtadien berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka ke Gubernur Jawa Timur Dr. Soekarwo dan Presiden Jokowi. (Sofyan Gani)

Other articles you might like;

Check Also

Gebyar Kemerdekaan, Puncak Peringatan HUT RI ke-72 di Tanah Merah

Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, warga RW IX Tanah Merah, Kelurahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *