Home >> Berita LDII Surabaya >> Neng Risma Rangkul Arek-Arek Suroboyo Benahi Kota

Neng Risma Rangkul Arek-Arek Suroboyo Benahi Kota

silaturrahim-akbar-arek-arek-suroboyo

Jum’at  Malam (14/6/2013), Arek-Arek Suroboyo yang identik dengan blak-blakan (berbicara terus terang) tumpah ruah di depan Balai Kota Surabaya. Hal ini dikarenakan Dispora Kota Surabaya dan Seluruh LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan OKP(Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) se-Surabaya salah satunya dari FORMASA (Forum Muda-Mudi LDII Kota Surabaya) menggelar “Silaturrahim Akbar Arek-Arek Suroboyo” dengan tema Menuju Surabaya Makmur, Guyub, dan Rukun.

Suasana kekeluargaan cukup terasa dikarenakan acara ini dihadiri dari kalangan Tokoh-Tokoh Senior , Komunitas  dan para seniman yang sudah malang melintang di kota Surabaya semuanya berkumpul tidak memandang senior maupun junior sehingga tidak canggung diantara mereka.

Begitu dalam cintanya Neng Risma (panggilan akrabnya) dengan arek-arek Suroboyo, walikota Surabaya Tri Rismaharini menyempatkan hadir dalam forum ini meskipun dalam kondisi sakit. Neng Risma menegaskan, Pemkot Surabaya mengapresiasi terselenggarannya acara ini.  Bahkan kegiatan yang untuk pertama kali digelar ini dimungkinkan untuk menjadi agenda tahunan.

“Saya senang ada forum silaturrahim seperti ini. Saya yakin dibawah masih banyak permasalahan-permasalahan yang harus saya tangani dan  belum sempurna saya memimpin kota surabaya. Oleh karena itu dengan forum seperti ini saya menerima masukan-masukan dari arek-arek Suroboyo untuk pembangunan kota Surabaya,” Ujar Tri Risma Ibunya arek-arek Suroboyo.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi kesepakatan antara elemen dan tokoh masyarakat Surabaya, yakni Ibu Walikota,  Kapolrestabes, Kejaksaan, Kodim, Kepemudaan, Mahasiswa yang diwakili saudara Yafis Maulana dari FORMASA.

ludruk-surabaya

Di penghujung acara arek-arek Suroboyo menikmati hiburan pertunjukan para Seniman Suroboyo diantaranya tarian khas Surabaya, Penyanyi Jalanan dan Ludruk yang diperankan seniman senior, yakni Safari dan Kartolo CS. Ludruk merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia yang harus kita jaga mengingat kebudayaan ini sudah mulai luntur di kalangan generasi muda.

Neng Risma Rangkul Arek-Arek Suroboyo

Other articles you might like;

Check Also

Gebyar Kemerdekaan, Puncak Peringatan HUT RI ke-72 di Tanah Merah

Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, warga RW IX Tanah Merah, Kelurahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *