Home >> Berita LDII Surabaya >> Birul Walidain, Solusi bagi Kerusakan Moral Remaja

Birul Walidain, Solusi bagi Kerusakan Moral Remaja

Menyikapi fenomena kerusakan moral di kalangan remaja, LDII mengadakan seminar tentang Birul Walidain, Sabtu (16/3) di Aula Masjid At-Taqwa, Wonokusumo, Surabaya. Tema yang diangkat “Kunci Surgaku Ada di Cintaku PadaNya”. Seminar ini dihadiri 78 remaja masjid di wilayah PC LDII Kelurahan Wonokusumo, Semampir, dan Kapas Madya.

“Remaja saat ini rata-rata kurang takdim kepada kedua orangtuanya. Tak jarang, pemuda yang berbicara dengan nada kasar kepada orang tuanya. Bahkan tak hanya kasar, namun ada juga yang berbicara dengan kata-kata yang kotor terhadap orang tuanya. Naudzubillah mindzalik. Maka dari itu, para remaja saat ini sangat perlu sekali untuk diberikan bimbingan materi tentang pentingnya takdim kepada kedua orang tua,” tutur Hariadi, salah satu narasumber.

Menurut Hariadi, pengaruh dari pergaulan bebas remaja saat ini benar-benar sangat berbahaya bagi mental dan perilaku remaja. Terutama perilaku mereka terhadap kedua orang tuanya. Untuk itulah pentingnya menanamkan sikap berbakti kepada orang tua (Birul Walidain) sejak usia dini, termasuk kepada para remaja.

“Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa para remaja saat ini lebih senang menghabiskan waktunya di luar rumah bersama dengan teman-temannya daripada berada di rumah bersama kedua orangtuanya. Padahal usia manusia itu tidak ada yang bisa memprediksikan kapan habisnya,” tambah Hariadi.

Sementara itu, narasumber berikutnya, Nur Fuad, mengatakan bahwa anak memiliki kewajiban untuk takdim kepada kedua orang tuanya, “Karena perjuangan orang tua itu sangat besar dan berat dalam mengandung, mengasuh dan mendidik anak-anaknya, maka sangat besar dosanya jika seorang anak berani membentak atau menyakiti hati kedua orang tua mereka,” kata Nur Fuad.

Di akhir acara seminar diputarkan video syairan tentang ibu. Beberapa peserta tampak meneteskan air mata saat menonton video tersebut. Ketua Panitia seminar, Malik berharap agar para peserta bisa terus membela agama Allah disertai sikap takdim kepada kedua orangtua, ”Selain mengajak para kaum muda saat ini untuk terus membela agama Allah, kami juga ingin membantu mereka dalam memperbaiki moral, khususnya terhadap orang tua. Karena bagaimanapun seorang anak berkewajiban untuk takdim dan taat kepada kedua orang tuanya,” ujar Malik. (ysy) 

Other articles you might like;

Check Also

Kapolsek Kenjeran Safari Jumat Daring ke Masjid LDII

Kapolsek Kenjeran, Kompol H. Sucipto SH pada hari Jumat (16/11) berkunjung ke Masjid Nasrullah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *