Home >> Berita LDII Surabaya >> DPD LDII Kota Surabaya Audiensi dengan PJ Wali Kota

DPD LDII Kota Surabaya Audiensi dengan PJ Wali Kota

Pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Surabaya melakukan audensi dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Surabaya Drs. Nurwiyatno, M.Si., di kantor Wali Kota Surabaya, Kamis (7/1).
Audiensi PJ Walkot Sby 3

Dalam pertemuan tersebut Ketua DPD LDII Kota Surabaya, H. Akhmad Setiadi, M.Si memperkenalkan kepengurusan baru periode 2015-2020 serta melaporkan kegiatan selama ini sudah bekerjasama baik dengan MUI, FKUB, Korem 084 Bhaskara Jaya dan Pemerintah Kota Surabaya.

Setiadi juga melaporkan bahwa dengan adanya kegiatan Pilwali yang dilaksanakan 9 Desember lalu, LDII menghimbau warganya agar berperan aktif  dalam Pilkada/Pilwali. LDII membebaskan hak pilih suara dan tidak memaksakan warganya untuk memihak salah satu parpol.

Audiensi PJ Walkot Sby 4

“Warga LDII Insya Allah dipastikan tidak ada yang golput dalam Pilwali kemarin. Warga LDII benar-benar kita himbau agar datang di Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk menyumbangkan hak suaranya serta menyukseskan Pilwali 9 Desember kemarin,” pungkas Setiadi.

Dalam programnya LDII terus melakukan pembinaan generasi muda mulai dari usia SD, pra remaja, remaja, dewasa. Generasi muda dibekali ilmu, dibina akhlaknya hingga kemandiriannya.

Salah satu wujud pembinaan generasi muda, LDII mengadakan pengajian di malam akhir tahun yang serempak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Hal ini menangkal generasi muda dalam euforia perayaan malam akhir tahun.

Audiensi PJ Walkot Sby 2

Dalam kunjungan tersebut, Pj Wali Kota Surabaya, Drs. Nurwiyatno, M.Si., mengucapkan terim kasih dan mengapresiasi sumbangsih LDII selama ini terhadap Kota Surabaya.

Nurwiyatno berharap, dengan kepengurusan baru DPD LDII Surabaya bisa menyinergikan program-programnya dengan pemerintah Kota Surabaya terutama dalam pembinaan generasi muda dan ekonomi.

“Saya titip kepada LDII dalam pembinaan generasi muda, terutama dalam memaknai Al Quran jangan sepotong-sepotong, maknailah Al Quran dengan sepenuhnya.  Banyak generasi muda saat ini memeluk agama Islam yang mempermudah dalam kehidupannya yang mana hal tersebut sebenarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam,” tutup Nurwiyatno. (Sofyan Gani)

Other articles you might like;

Check Also

Gebyar Kemerdekaan, Puncak Peringatan HUT RI ke-72 di Tanah Merah

Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, warga RW IX Tanah Merah, Kelurahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *