Home >> Berita LDII Surabaya >> KETUA DPD LDII SURABAYA HADIRI MUSDA KE VIII MUI SURABAYA

KETUA DPD LDII SURABAYA HADIRI MUSDA KE VIII MUI SURABAYA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Surabaya menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke VIII di gedung Dinas Badan Perencanaan dan Pembangunan kota (Bappeko), Sabtu (13/12/2014).

Musda di hadiri Walikota Surabaya yang di wakili Asisten empat Kesejahteraan Rakyat Drs. Eko Haryanto, MM, Kapolrestabes yang di wakili Kasat Binmas Polrestabes Surabaya AKBP Eryek Kusmayadi, Ketum MUI provinsi Jawa Timur KH. Abdus Shomad Buchori, Ketum MUI kota Surabaya KH. Muchid Murtadlo, pengurus MUI Kota dan Kecamatan se-Surabaya serta ormas Islam Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan LDII.

ldii-hadiri-rakerda-mui

Selain memilih kepengurusan baru periode 2014-2019, Musda MUI Surabaya akan membahas program-program baru untuk menghadapi tantangan lima tahun kedepan untuk membantu pemerintah kota Surabaya. Mengingat generasi muda sekarang sudah jauh dari para ulama, mereka lebih senang bergaul dengan para artis.

KH. Shomad Buchori mengatakan MUI Jatim mendukung dan memberikan kewenangan sepenuhnya dengan hasil Musda MUI Surabaya. Diharapkan dengan Musda ini bisa terpilih kader-kader muda sehingga kedepan bisa menyelamatkan ummat.

Ditahun 2013 – 2014 provinsi Jawa Timur telah bekerja keras untuk menutup tempat-tempat prostitusi di provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data Direktorat Rehabilitasi Tuna Sosial Kemensos, pada 2012 tercatat 41.374 WTS yang tersebar di 33 provinsi. Jumlah terbesar berada di Jawa Timur sebanyak 7.793 WTS dan lokalisasi terbanyak juga di Jawa Timur sebanyak 47 tempat.

Untuk lokalisasi Tambak Asri dengan 96 wisma, 96 mucikari dan 354 PSK (sudah tutup), Klakahrejo terdapat 70 wisma, 65 mucikari dengan 219 PSK. Selanjutnya, Sememi dengan 32 wisma, 22 mucikari, dan 208 PSK. Sementara untuk Jumlah PSK di lokalisasi Surabaya teridentifikasi pada 2012 sebanyak 2.117 orang dan mucikari 584 orang. Sedangkan 2008 jumlahnya turun dengan 3.518 PSK dan 915 mucikari. Dipastikan, sebanyak 73 pekerja seks komersial (PSK) penghuni lokalisasi Dolly dan Jarak, di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, positif HIV/AIDS.

“Sekarang gang Dolly jangan lagi diucapkan (dihapus) di kota Surabaya. Sekarang menjadi kampung Putat Jaya”, ujar KH. Somad Buchori.
MUI sendiri telah melakukan pembinaan dengan mengirim para dai untuk melakukan bimbingan rohani kepada mantan PSK agar menjadi manusia seutuhnya.

Jangan sampai wilayah kita dinodai dengan tempat-tempat prostitusi. Jika wilayah kita dipakai tempat prostitusi maka dampaknya cukup luar biasa dari lingkungan sekitar, belum lagi nantinya mendapat adzab dari Allah SWT. Jadi pemerintah jangan main obral tempat maksiat.
KH. Shomad Buchori mengingatkan kepada peserta Musda MUI Surabaya, bahwa MUI bukan sebuah ormas namun sebuah lembaga independent para ulama pemerintah. MUI bukan sebuah politik namun sebuah payung perjuangan untuk membimbing semua ummat. Oleh karena itu pemerintah harus mendukung penuh langkah-langkah MUI.

Drs. Eko Haryanto menambahkan, bahwa perjuangan kita belum selesai (program amar makruf) banyak tantangan-tantangan yang perlu dihadapi. Masih banyak laporan-laporan dari masyrakat belum kita maksimalkan tentunya ini semua butuh sentuhan para ulama-ulama MUI.
Polrestabes kota Surabaya selama ini bekerjasama dengan MUI. Perlunya perjuangan untuk menyelamatkan generasi muda. Kebanyakan anak mudah sekarang pingin eksis kalau tidak mereka tidak laku.

Tugas kepolisian cukup berat, kami (polisi) melakukan tindakan yang benar saja masih dikatakan salah, apalagi kalau kami (polisi) salah. Oleh karena itu kami (polisi) meminta kerjasamanya dengan MUI dan pemerintah.

“Musuh kita banyak gak masalah yang penting generasi muda kita selamat ”, ujar AKBP Eryek Kusmayadi.

Other articles you might like;

Check Also

Birul Walidain, Solusi bagi Kerusakan Moral Remaja

Menyikapi fenomena kerusakan moral di kalangan remaja, LDII mengadakan seminar tentang Birul Walidain, Sabtu (16/3) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *