Home >> Berita LDII Surabaya >> Konsolidasi dan Pembekalan Organisasi PC/PAC LDII Surabaya Timur
Suasana pembekalan Organisasi

Konsolidasi dan Pembekalan Organisasi PC/PAC LDII Surabaya Timur

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Surabaya mensosialisasikan hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) kepada pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Korda Surabaya Timur, Selasa (19/1).

Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Hikmah Gununganyar Surabaya itu diikuti tiga PC dan empat PAC. Ada sekitar 25 orang yang hadir malam itu.

Aidi Mulyono selaku ulama setempat memberi nasehat agama agar peserta makin mantap dalam melaksanakan tugas-tugas keorganisasian.

Acara pertama diisi oleh Wakil Ketua DPD LDII Surabaya Nur Kholis. Ia memberikan pembekalan tentang keorganisasian. Diantaranya terkait tugas-tugas organisasi dan kemampuan berkomunikasi.

“ Jadi pengurus organisasi itu harus bisa berkomunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan instansi pemerintah. Misalnya Ketua RT, Ketua RW, MUI, Polsek, Camat, Babinkamtibmas, dan sebagainya,” papar Nur Kholis.

Nur Kholis juga menyinggung tentang hubungan antarmanusia (Habluminannas) para pengurus PC dan PAC yang hadir.

“Pengurus harus rukun, kompak, kerjasama yang baik. Sama tetangga kanan kiri harus baik. Pengurus PC dan PAC harus mengupayakan agar organisasinya hidup,” tambah Nur Kholis.

Sementara itu, materi kedua tentang Peraturan Organisasi dan Tata Kerja Organisasi disampaikan oleh dr Riko Lazuardi.

“Pengurus organisasi harus paham bahwa peraturan tertinggi kita adalah AD/ART, kedua adalah Munas, ketiga Rakernas dan terakhir Musda” jelas Riko.

LDII, lanjut Riko, mengedepankan karya, kontribusi, dan komunikasi dalam program kerjanya. Untuk itu seluruh pengurus wajib mengetahui Peraturan Organisasi (PO).

“Kita masih mengikuti PO No. 5/DPP LDII/2000. Fungsi PO adalah memberi pedoman bagi semua tingkatan kepengurusan (DPP hingga PAC), agar dalam menjalankan tugasnya ada keseragaman,” kata Riko.

Bagi sekretaris PC/PAC yang hadir malam itu, Riko memberi panduan tentang cara membuat surat organisasi.

“Masing-masing PC/PAC harus memiliki stempel, kertas surat juga harus berlogo. Dan hal terpenting adalah penomoran surat,” ujar Riko.

Saat sesi tanya jawab, Wakil Ketua PC LDII Surabaya Timur, sekaligus Ketua PAC Kendangsari Heri Purnomo mengusulkan adanya turba pengurus DPD LDII Kota Surabaya ke masjid-masjid.

“Kalau bisa para pengurus DPD memprogramkan kunjungan ke masjid-masjid di Surabaya,” usul Heri.

Di penghujung acara, Riko menambahkan materi tentang mekanisme penulisan berita acara. Khususnya untuk bahan mengirim berita kegiatan PC dan PAC ke DPD LDII Kota Surabaya.

“Ini formnya diisi saja. Tuliskan sesuai kegiatan yang sedang berlangsung. Nanti diserahkan kepada Korda Surabaya Timur atau bisa diemail. Kemudian akan diolah Tim KIM dari DPD agar bisa dinaikkan menjadi berita,” papar Riko.

Other articles you might like;

Check Also

Birul Walidain, Solusi bagi Kerusakan Moral Remaja

Menyikapi fenomena kerusakan moral di kalangan remaja, LDII mengadakan seminar tentang Birul Walidain, Sabtu (16/3) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *