Home >> Berita LDII Surabaya >> Korem 084/BJ Siap Kerjasama dengan LDII Atasi LGBT

Korem 084/BJ Siap Kerjasama dengan LDII Atasi LGBT

Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel CZI Denny Herman menyatakan kesediaannya untuk bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Hal ini disampaikan saat audiensi pengurus DPD LDII Kota Surabaya dengan Danrem 084/BJ Senin (22/2) pagi, di markas Korem 084/BJ, Surabaya.

“Ayo kita lanjutkan kegiatan. Selama untuk rakyat dan NKRI, kapan pun kami siap,” kata Denny.

Denny pun mendorong LDII agar segera mengantisipasi adanya masalah lesbian, gay, biseksual, dan transgender  (LGBT) yang sedang marak akhir-akhir ini. Ia berharap agar LDII segera membuat gerakan untuk mengantisipasi agar LGBT tak makin menyebar luas.

“LGBT ini adalah penyakit. Bahkan ada indikasi pendanaan terhadap aksi LGBT. Ini bisa digolongkan sebagai proxy war,” jelas Denny.

Menanggapi Danrem, Ketua DPD LDII Kota Surabaya H. Akhmad Setiadi, S.Si mengatakan bahwa LDII memiliki pola pembinaan karakter untuk menangkal segala kemerosotan akhlaq termasuk LGBT itu. Program yang disebut dengan Tri Sukses Generus ini menjadi panduan dalam membina muda-mudi LDII.

“Kami memiliki cara khusus dalam membina generasi penerus, yang kami sebut sebagai Tri Sukses. Jadi, yang pertama adalah generasi muda haruslah berakhlaq baik, kemudian mereka haruslah paham atau faqih, dan ketiga adalah mandiri terutama secara ekonomi,” papar Setiadi.

Lebih lanjut, Setiadi juga menyampaikan terntang perkembangan DPD LDII Kota Surabaya.

“Kami memiliki 25 PC dan 55 PAC. Sementara jumlah masjid yang menjadi binaan LDII Surabaya ada sekitar 60 masjid,” jelas Setiadi.

Terkait jumlah masjid, Denny menanggapi bahwa jumlah tersebut potensial. Apalagi jika dikaitkan dengan upaya LDII untuk mengatasi permasalahan LGBT.

“Wah lumayan itu ada 60 masjid. Bayangkan jika satu takmir masjid bisa menggerakkan masyarakat di sekitarnya. Jika 60 masjid akan luar biasa untuk mengatasi persoalan LGBT,” kata Denny.

Menrut Denny, problem mendasar kondisi masyarakat sekarang ini adalah masalah budi pekerti. Terjadi kemerosotan dibandingkan zaman dahulu.

“Sekolah-sekolah sekarang hanya menekankan pada keilmuan, tapi melupakan masalah budi pekerti. Akhirnya anak hanya dijejali dengan ilmu tanpa diajari masalah sopan santun dan sebagainya,” ungkap Denny.

Di akhir pertemuan, Denny pun masih membuka peluang kerjasama dengan LDII.

“Apapun kegiatan yang LDII punya, bisa disinergikan dengan kami. Hubungan rakyat dan TNI haruslah kuat. LDII adalah bagian dari rakyat itu. Tanpa rakyat, TNI tak ada artinya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menghancurkan negara dengan memprovokasi TNI dengan rakyat,” tegas Denny.

Other articles you might like;

Check Also

Didik Eko Putro: Pelatihan Jurnalistik, Dakwah Bil Qolam

Berdakwah melalui tulisan, Tim Jurnalis PPG Surabaya Utara mengadakan Pelatihan Jurnalistik Pemuda Unggulan (Lajur Pemula) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *