Home >> Berita LDII Surabaya >> LDII Surabaya Berikan Pembekalan Pranikah pada Generasi Muda

LDII Surabaya Berikan Pembekalan Pranikah pada Generasi Muda

Selasa (11/9). DPD LDII Kota Surabaya kembali mengadakan pembekalan pranikah bertajuk Ta’aruf Terus Menikah (TTM), yang diikuti oleh remaja binaan DPD LDII se-Surabaya yang sudah berusia nikah serta beberapa peserta lain dari luar kota. Tujuannya, agar pemuda-pemudi yang sudah baligh bisa secepatnya menikah, untuk menjaga diri dan agamanya.

Berlokasi di Aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya, Ta’aruf Terus Menikah edisi ketiga berlangsung meriah. Para peserta rata-rata berusia 20-an. Meski berasal dari berbagai daerah, dan strata ekonomi yang berbeda-beda, ternyata tidak membuat mereka canggung bahkan cepat akrab dan bersahabat. Acaranya ini diisi dengan serangkaian acara perkenalan, motivasi pernikahan, hingga games di dalam ruangan.

“Tujuan diberikannya Motivasi Pernikahan agar mereka tidak takut untuk menikah, khawatir dengan kehidupan setelah menikah.” ujar H. Sufyan Abadi, Dewan Penasehat DPD LDII Surabaya. Sebab segala bentuk perzinahan kini semakin beragam dan memasuki ruang privasi individu, antara lain pemnggunaan gadget atau ponsel cerdas.

Dengan adanya peranti itu, generasi muda dapat dengan mudah mengakses situs-situs dan gambar tak senonoh sehingga memacu hawa nafsu untuk melakukan perbuatan zina. “Kami berusaha mengingatkan kembali kepada para generasi muda agar bisa terhindar dari hal-hal tersebut. Perkenalan, pertemanan, pernikahan secara syariah dapat membuat para remaja hidup dalam kehalalan dan selalu mendapat Rahmat Allah SWT,” ungkap Sufyan saat mengisi sesi motivasi pernikahan.

Acara ini tak hanya memotivasi peserta untuk segera menikah, namun juga mengarahkan terhadap kemandirian sehingga saat berumah tangga bisa mencapai taraf hidup yang lebih mapan dan paham agama. Dalam sesi perkenalan, peserta dibuat menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 20 orang perkelompok. Kemudian kelompok tersebut diacak dengan kelompok lainnya untuk berkenalan satu sama lain. Saat games indoor, tiap kelompok diharuskan membuat mesin manusia (masquerade) dan yel-yel dan memamerkannya di depan kelompok lain.

Ketua Panitia drh. H. Alex bernadi dengan bangga mengumumkan hasil yang sangat memuaskan, sebanyak 121 pasangan terbentuk dan 30 pasang sudah siap untuk memasuki jenjang yang lebih serius. Tanggapan dari beberapa peserta pun beragam. Ada yang merasa senang karena dipertemukan dengan orang yang selama ini dicari, ada pula yang cukup senang dengan bertemu teman-teman baru, berkenalan dan menjalin silaturahim. Memiliki teman dari daerah yang berbeda bisa bernilai positif dalam hal menambah relasi.

Menurut panitia, TTM ini akan diselenggarakan rutin tiap tahunnya. “Dengan adanya acara ini walaupun mereka belum menemukan jodohnya tapi mereka tergerak hatinya untuk mencari pasangan dengan orang yang dikenal dalam acara ini,” tambah  Alex.

Banyaknya peserta merupakan bukti antusias dari kalangan muda-mudi. Semakin banyak pasangan yang berlanjut ke tahap lamaran, maka acara ini semakin sukses. Namun, selain dari mencari pasangan hidup, acara ini juga bernilai positif dari segi pengetahuan tentang pernikahan, kemandirian, dan pengalaman kegiatan. (Andik/Lines Jatim)

Other articles you might like;

Check Also

Makna Peringatan Hari Santri Bagi Bangsa Indonesia

Senin (22/10). Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional, ketua PCNU Kota Surabaya KH. Muhibbin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *