Home >> Berita LDII Surabaya >> LDII Tingkatkan Peran Bimbingan Konseling pada Pembinaan Generasi Muda
di Pondok Pak Guru, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mulai hari Sabtu-Minggu, 6-7 Juli 2019
di Pondok Pak Guru, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mulai hari Sabtu-Minggu, 6-7 Juli 2019

LDII Tingkatkan Peran Bimbingan Konseling pada Pembinaan Generasi Muda

DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surabaya di bidang Penggerak Pembina Generus (PPG) terus berupaya meningkatkan pendidikan dan pembinaan pada generasi muda.

Seperti halnya yang dilakukan pengurus PPG wilayah Surabaya Utara yang menggelar Character Building untuk meningkatkan peran Pembina Generasi Muda dan Bimbingan Konseling yang ada di setiap masjid binaan LDII di wilayah Surabaya Utara.

Bertempat di Pondok Pak Guru, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mulai hari Sabtu-Minggu, 6-7 Juli 2019 setidaknya 60 orang berkumpul untuk mendapatkan arahan dan motivasi dalam rangka melaksanakan tugas sebagai Pembina Muda-mudi dan Bimbingan Konseling.

Dalam kegiatan tersebut, Bidang Bimbingan Konseling (BK) PPG wilayah Surabaya Utara memberikan materi tentang Wawasan Bimbingan Konseling. Hal ini dipandang penting untuk disampaikan  sebab masih ada beberapa pengurus yang belum memahami secara komprehensif pengertian dan tugas BK sehingga tidak maksimal dalam melaksanakan tugasnya.

Dalam arahannya, Pembina PPG wilayah Surabaya Utara, H. M. Amrodji menyampaikan bahwa pengurus BK harus berupaya semaksimal mungkin agar generasi muda bisa tetap on the track dalam menetapi agama Islam yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW.

“Tentu pengaruh negatif di tahun mendatang semakin besar, maka harus ada inovasi dan kerja keras agar generasi muda kita bisa survive menghadapi kondisi akhir zaman,” ujarnya.

Amrodji menambahkan, generasi muda juga harus meningkatkan dan memperbaiki skill, behavior dan attitude agar memiliki kompetensi yang unggul di zamannya.

Di akhir sesi , peserta mendapat tantangan berupa studi kasus terkait permasalahan remaja sehari-hari. Mereka dituntut mampu memberikan win-win solution terhadap permasalahan tersebut namun tetap mengikuti aturan Allah dan Rasul. Peserta terlihat sangat antusias dan semangat dalam diskusi kelompok, bahkan saat mempresentasikan hasil diskusi di depan peserta lain.

Kegiatan semakin seru saat Minggu pagi, peserta diajak untuk olahraga dan outbound. Berbagai permainan disiapkan panitia agar peserta semakin senang dan kompak sehingga diharapkan mampu meningkatkan kerjasama dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling terhadap generasi muda. (cahyo/86)

Other articles you might like;

Check Also

Didik Eko Putro: Pelatihan Jurnalistik, Dakwah Bil Qolam

Berdakwah melalui tulisan, Tim Jurnalis PPG Surabaya Utara mengadakan Pelatihan Jurnalistik Pemuda Unggulan (Lajur Pemula) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *