Home >> Berita LDII Surabaya >> Memperkuat Pilar Ekonomi Umat Melalui Infak
Ketua Umum MUI Surabaya KH Muchid Murtadho memberi santunan pada anak yatim di Ponpes Sabilurrosyidin Annur, 17 April 2022.
Ketua Umum MUI Surabaya KH Muchid Murtadho memberi santunan pada anak yatim di Ponpes Sabilurrosyidin Annur, 17 April 2022.

Memperkuat Pilar Ekonomi Umat Melalui Infak

DPD LDII Surabaya mengadakan santunan anak yatim bertema aktualisasi nilai-nilai Rmadhan memperkuat ukhuwah Islamiah, minggu (17/4) di aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin Annur, Gayungan. Acara dihadiri Ketua FKUB dan Ketua MUI Surabaya.

Pada sambutannya, Ketua DPD LDII Surabaya, H. Akhmad Setiadi mengatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. “ Puasa adalah paling berat dari lima rukun Islam namun juga akan banyak pahalanya,” ujarnya.

Setiadi juga berpesan kepada peserta agar bisa menjalani Lima Sukses Ramadhan. “Semoga diberikan pahalanya dan juga lima sukses ramadhan yakni puasa, tadarus Alquran, sholat tarawih, dan kesuksesan di dalam berzakat.” ujarnya.

Acara juga diisi tausiyah dari Ketua FKUB Surabaya, M.Yazid. Ia berharap semoga anak-anak yatim menjadi generasi penerus bangsa yang hebat dan manfaat. Ia juga mengapresiasi LDII yang telah rutin mengadakan acara santunan anak yatim tersebut.

Ketua FKUB Surabaya M Yazid mengisi tausiah agama di acara santunan anak yatim DPD LDII Surabaya
Ketua FKUB Surabaya M Yazid mengisi tausiah agama di acara santunan anak yatim DPD LDII Surabaya, 17 April 2022.

 

“Dalam konsep Islam, bagi orang-orang yang mampu sesuai dengan ketentuan ada konsep berbagi yang itu sangat penting yaitu zakat fitrah. Konsep berbagi dalam syariat Islam itu ada di kita yaitu berqurban. Jika kegiatan ini diberdayakan secara optimal maka umat Islam tidak akan kekurangan,” tegasnya.

M.Yazid juga menyinggung infak sebagai pilar ekonomi umat. “Alangkah indah jika umat Islam punya komitmen dan solidaritas dalam membentuk ukhuwah. Maka umat Islam tidak akan pernah fakir dan anak yatim akan terpenuhi kebutuhannya,” ujarnnya.

Lebih lanjut, M. Yazid menyarankan tentang pembentukan Baitul Maal. “Khusus kepada LDII supaya punya Baitul Maal di dalamnya berisi infak, zakat, wakaf ini jika dikelola dengan baik akan bermanfaat,” imbuhnya.

M. Yazid juga menyarankan untuk menerapkan 3S yakni Sodaqoh Sedino Sewu. “Ini kekuatan umat, dakwah sekarang yang penting dakwah bil maal,” ujarnya.

Ia betharap, Baitul Maal bisa terwujud. “Saya memohon kepada pengurus LDII bisa menjadi donatur Baitul Maal LDII, dan saya siap menjadi Dewan Pengawas karena tidak semua bisa menjadi pengawas. Ayo kita donasikan pada anak yatim ini,” ujarnya.

Acara ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Surabaya KH Muchid Murtadho. Dilanjutkan penyerahan santunan kepada 100 anak yatim piatu dan buka puasa bersama. (Ryn)

Other articles you might like;

Check Also

MUI Surabaya: Ulama Harus Melek Teknologi Digital

Pada Era Industri 4.0, para ulama dituntut harus melek teknologi untuk meningkatkan syiar agama. Pemanfaatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *