Home >> Berita LDII Surabaya >> Pembagian Rapor Siswa TPQ Baitul Muttaqin Karangrejo
Suasana pembagian rapor

Pembagian Rapor Siswa TPQ Baitul Muttaqin Karangrejo

Penggerak Pembina Generus (PPG) LDII Korda Surabaya Selatan membagikan rapor untuk siswa-siswi Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Baitul Muttaqin, Minggu (29/12). Orang tua siswa pun ikut hadir memenuhi ruang secretariat TPQ yang terletak di Jalan Karangrejo Gg Baru No 7 Surabaya.

Pengurus Divisi Cabe Rawit menjadi panitia penyelenggara. Divisi ini membina anak usia 5-12 tahun. Mereka menata ruang sekretariat TPQ layaknya sebuah kelas di sekolah.

Tepat pukul 16.00 acara dibuka oleh Koordinator Divisi Cabe Rawit, Saifi Sabiq. Saifi mengucapkan syukur pada seluruh orang tua siswa TPQ yang bersedia menyempatkan hadir ke dalam acara yang diselenggarakan tiap akhir semester tersebut. Tak lupa, Saifi juga mengucapkan syukur dan memberi apresiasi sebesar-besar pada semua pihak, khususnya guru-guru TPQ, yang telah melaksanakan amanah mereka untuk mendidik anak-anak dengan baik.

“Kelancaran proses pembinaan tak lepas dari amal solih para guru TPQ, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya, untuk mendidik para siswa,” jelas Saifi.

Saifi menambahkan, selain pembagian rapor, panitia juga telah menyiapkan acara tambahan yang tak kalah pentingnya, yaitu pembekalan tentang metode pendidikan anak. Materi disampaikan oleh salah satu pakar pendidik sekaligus Koordinator Bidang Bimbingan dan Konseling PPG Korda Surabaya Selatan, Drs. Choiri Nawam, M.Psi.

Choiri Nawam memaparkan materi berjudul “Membangun Auto Pilot Anak”. Menurut Nawam, sapaan akrabnya, sikap dan karakter anak ditentukan dalam 1.000 hari pertama kehidupannya.

“Jika diisi dengan hal-hal yang positif, maka karakter yang terbentuk juga akan positif. Sebaliknya, jika diisi dengan hal-hal yang negatif, karakternya juga akan negatif. Karena itu, para orang tua harus benar-benar memperhatikan hal ini,” jelas Nawam.

Menurut Nawam, masih banyak orang tua yang belum menyadari bahwa masa 1.000 hari pertama adalah masa yang sangat vital. Bahkan banyak yang belum merasa perlu untuk menanamkan nilai-nilai yang baik sejak dini.

“Masih banyak fenomena putra-putri yang masih diasuh oleh banyak orang. Dalam arti, karena orang tuanya sibuk, sehingga anaknya lebih banyak dititipkan ke kenalannya, kakek atau neneknya, bahkan tetangganya. Karena banyak yang mengasuh, dan masing-masing punya cara mengasuh sendiri dan tidak sinkron satu sama lain, maka akan sulit untuk mengembangkan karakter yang sesuai dengan keinginan orang tuanya”, lanjut Nawam.

Acara ini juga ditujukan untuk memotivasi orang tua siswa TPQ agar lebih pro aktif mendukung pendidikan putra-putrinya, khususnya pendidikan agama.

Saat pembagian rapor kepada orang tua siswa, para guru member penjelasan terkait hasil pendidikan siswa. Meliputi pencapaian siswa dan hal-hal yang perlu ditingkatkan.

 “Lebih baik (karena format pembagian rapornya diatur sesuai kelas), jadi kita para orang tua, juga bisa tahu langsung dari guru yang mendidik, bagaimana hasil pendidikan anak kita. Termasuk sikapnya saat pengajian,” kata Tarmi, salah satu orang tua siswa.

Selama acara berlangsung, panitia juga menyediakan pos konsultasi pendidikan anak, untuk memfasilitasi orang tua yang masih ingin berkonsultasi lebih lanjut. Panitia berharap, rapor yang telah dibagikan dapat benar-benar menjadi cermin kemampuan siswa. Selain itu juga  menjadi motivasi, baik untuk siswa maupun orang tuanya, agar dapat meningkatkan semangat belajar, khususnya ilmu agama. Acara pun berakhir pukul 17.30. (rikolazuardi)

Other articles you might like;

Check Also

Didik Eko Putro: Pelatihan Jurnalistik, Dakwah Bil Qolam

Berdakwah melalui tulisan, Tim Jurnalis PPG Surabaya Utara mengadakan Pelatihan Jurnalistik Pemuda Unggulan (Lajur Pemula) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *