Home >> Pendidikan >> SEKELUMIT TENTANG ANAK-ANAK

SEKELUMIT TENTANG ANAK-ANAK

SEKELUMIT TENTANG ANAK-ANAK

Masa depan ku.....

Dunia tengah dilanda GLOBALISASI yang berkembang  sedemikian pesatnya telah mengubah tatanan  segala aspek kehidupan manusia, dengan konsekuensi logis  menuntut persiapan prima ilmu yang berdaya guna dan tepat guna, untuk bisa meraih sukses kehidupan bangsa dan negara di masa depan.

Disisi lain ada pendapat betapapun dahsyatnya perubahan suatu tatanan pasti ada INTI yang tetap, tidak berubah, demikian juga didalam  meraih sukses kehidupan.

Yaitu konsep diri positif, perasaan jati diri yang berarti, smart dan memiliki kemampuan, kalau diterjemahkan dalam organisasi kita adalah, konsep cari ilmu dan mengamalkan, dengan niat krana Alloh, berpikir positi dan berkarya nyata yang terbaik, memiliki kecerdasan dan kemampuan serta  jatidiri dalam membela agama Alloh, tampil sebagai sosok manusia yang jujur, dapat dipercaya, mau kerja keras disertai iman yang kuat,  mengajak  bisa rukun, kompak dan mau serta mampu bekerja sama untuk kebaikan bersama  dalam menyelamatkan dunia dari kerusakan karena ulah manusia yang serakah, haus kekuasaan dan tak kenal kenyang akan harta.

Hasil penelitian Thomas J. Stanley (2001), bahwa faktor sukses manusia lebih ditentukan oleh faktor:

  1. Kejujuran
  2. Disiplin
  3. Kemampuan komunikasi
  4. Daya juang
  5. Kepemimpinan
  6. Semangat , bukan sekedar faktor akademik

Ternyata hasil penelitian ini pointersnya sama dengan yang telah diijektihatkan oleh Ulama kita dalam 5 Bab dan 6 TL,  ditambah dengan 4 Tali Keimanan.

Pendidikan tidak hanya memberikan aspek kognisi atau akademik saja tetapi juga aspek mental, spiritual, emosi dan sosial sebagai fondasi anak didik menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri memiliki harga diri, cakap, cerdas, ulet, teguh pada tujuan dan sukses kehidupannya dimasa mendatang.

Fondasi sukses harus dibangun sejak kecil, melalui saat proses konstruksi diri melalui pendidikan di rumah dan sangat ditentukan oleh proses pendidikan anak sejak usia dini di PG (Play Group)/TK, SD dan SMP, disekolahpun anak harus menerima pendidikan dan pengajaran oleh para Pendidik dan Pengajar. Didalam organisasi LDII alhamdulillah telah berjalan program untuk membina anak sejak dini melalui program PPG.

Hasil dari beberapa penelitian pada sekolah-sekolah ditemui metode saat ini sebagian besar dapat dikatakan sekolah lebih sering menjadi beban bagi anak didik, yang kadang sering menimbulkan stress dan takut pada murid, karena proses pendidikan yang tidak berpihak pada anak, dan kurang  menghargai pada keunikan anak .

Banyak ditemukan anak yang merasa bodoh, tidak mampu, minder, tidak percaya diri, malas, merasa sekolah atau belajar itu sulit dan tidak menyenangkan.

Akhirnya mereka cenderung memutuskan untuk mogok sekolah dan berhenti belajar, lebih senang menjadi anak jalanan, dengan bermodalkan beberapa tutup botol coca cola sebagai alat musik  mengamen, merasakan hidup bebas dan bahagia juga mendapatkan penghasilan. Sampai kapan kondisi yang demikian itu akan bertahan dan seperti apa kualitas bangsa dimasa depan, kalau anak jalanan semakin banyak dikota-kota bukan hanya kota besar saja???

Siapakah yang memikirkan dan bertanggungjawab untuk mencari solusi menhadapi fenomena demikian itu ? Karena mereka-mereka yang berkompeten dalam awal tahun 2011 saja sudah sibuk mennyusun strategi kekuatan bukan untuk memikirkan masalah bangsa, tetapi yang dipikirkan adalah bagaimana bisa survive di PILKADA dan PIL-PIL lainnya tahun 2014 nanti Wooow….. Dengan pola kerja yang demikian dapatkah setidak-tidaknya mengurangi,atau menghilangkan untuk  menyulap predikat “KEMISKINAN DAN KEBODOHAN “ menjadi bangsa Indonesia yang “MAKMUR, SEJAHTERA, CERDAS DAN BERWIBAWA” Wooow alangkah indahnya Nusantaraku.

Wahai para intelektual dan profesional muda LDII olah pikir dan karya nyata anda semua, dinanti-nanti oleh mereka, ujudkanlah,  anda semua  pasti bisa karena Alloh selalu bersama kita.

Profesor Martin Seligman dari University of Penninsylvania menyebut kondisi tersebut sebagai “learned helplessness  dan dapat berakibat sangat buruk terhadap masa depan anak.

Perlu kita pikirkan kedepannya bagaimana sekolahan-sekolahan dapat menciptakan suasana dimana murid  belajar  dengan senang, gembira dan antusias dibawah bimbingan pengajar dan pendidik yang berpengalaman, yang bisa sabar, ramah, penuh perhatian serta dekat dengan murid yang concern mengajar dan mendidik tidak dibebani memikirkan bagaimana untuk cari tambahan dengan memanfaatkan jabatan dan kewenangannya. Kembangkan konsep untuk menjadikan murid/anak didik dengan konsep diri positif, percaya diri, mampu mandiri, suka belajar, disiplin, berharga, cakap dan mampu.

Berikan waktu murid lebih lama dekat dengan keluarganya masing-masing agar bisa mengembangkan bakat-bakatnya, sebaliknya orangtua juga harus bisa menyediakan waktu untuk hal tersebut.

Jadikan orangtua murid sebagai mitra pendidikan, secara rutin selenggarakan pelatihan bagi para orangtua agar dapat membantu anak bertumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Materi pelatihan meliputi perenting, psikologi perkembangan dan proses konstruksi diri, mengenali kepribadian, pola asuh dan komunikasi yang efektif untuk membantu anak berkembang, mengenali gaya belajar, cara kerja pikiran dll.

Other articles you might like;

Check Also

sekolah-budi-utomo-gadingmangu-jombang

Yayasan Pendidikan Budi Utomo Jombang

Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Gadingmangu Perak Jombang Jawa Timur Kode Pos : 61461. SMP …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *