Home >> Berita Umum LDII >> SEMINAR WANITA DPW LDII JATIM

SEMINAR WANITA DPW LDII JATIM

Selamatkan Anak Kita Dari Pornografi Menjadi Generus Berprestasi

Seminar Wanita LDII

Perkembangan internet membuat komunikasi kian tanpa batas, membuat manusia kian mudah menyelesaikan pekerjaannya. Namun di balik semua kemudahan itu, mudahnya akses ke internet membawa pula dampak buruk bagi anak-anak. Lantaran industri pornografi yang “dijual” melalui internet mudah pula diakses oleh anak-anak. Inilah yang mengharuskan para orang tua, untuk ekstra waspada agar anak-anak tidak mengakses konten yang berbau pornografi.

Untuk itu DPW LDII Provinsi Jatim melalui Biro Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga menggagas sebuah seminar bertemakan “Selamatkan Anak Kita dari Pornografi Menjadi Generus Berprestasi”.  Seminar diselenggarakan pada hari Minggu, (24/07) bertempat di Aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya.

Peserta yang hadir adalah ibu-ibu utusan DPD LDII Kabupaten/kota se-Jawa Timur, istri pengurus DPW LDII Provinsi Jawa Timur, pengurus wanita DPW LDII Provinsi Jawa Timur, serta para istri ulama LDII di Surabaya.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara antara lain Ir. Hj. Urifah M.Si dari Badan Pemberdayaan Perempuan Pemprov Jawa Timur, Dra Hj. Sri Kartini dari Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII Provinsi Jawa Timur, serta Dra. Astrid Regina Sapiie Wiratna seorang psikolog sekaligus dosen luar biasa Psikologi di beberapa universitas di Surabaya.

Dalam sambutannya Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc, yang juga Ketua DPP LDII mengatakan acara seminar wanita merupakan salah satu kegiatan yang menjadi primadona di DPW LDII Provinsi Jawa Timur. Ibu-ibu bisa mendapat berbagai pengetahuan yang berguna bagi dirinya dan keluarga, dengan demikian, membentuk generasi yang berakhlaqul karimah menjadi lebih mudah.

“Peran ibu, dalam pembentukan generasi muda yang memiliki keimanan, ketaqwaan, dan akhlak yang luhur sangatlah strategis. Itulah yang membuat acara ini selalu ditunggu oleh warga LDII,” kata Chriswanto. Menurut Chriswanto, dalam banyak seminar disebutkan bahwa pendidik utama adalah orang tua. Namun, di Indonesia orang tua tidak disiapkan untuk mendidik. Lebih sering menggunakan emosi saat menghadapi anak, dan bukan mendidik dengan cara yang baik.

Keluarga menjadi salah satu tiang utama dalam pembentukan generasi LDII yang profesional religius. Karena di dalam keluarga, mula-mula ditanamkan rasa taqwa, kemandirian, dan budi pekerti. Maka orangtua berperan sangat strategis, untuk menanamkan nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga pulang sekolah. Dengan demikian, seminar wanita menjadi salah satu acara unggulan untuk menambah wawasan dalam membina rumah tangga, di kalangan warga LDII. Para pembicara adalah tokoh wanita di tingkat nasional maupun Jawa Timur, yang kompeten di bidangnya. Hasil dari seminar, ditularkan kepada ibu-ibu lainnya, di pengajian-pengajian pada pertemuan berikutnya oleh ibu-ibu yang menghadiri acara ini.

Dalam kesempatan itu Hj. Urifah mengangkat tema Upaya Pemerintah Dalam Membentengi Masyarakat terhadap Bahaya Pornografi. Menurut Urifah, pornografi layak untuk dibentengi karena berdasarkan survei terdapat 420 juta halaman pornografi beredar di internet, di antaranya terdapat 100.000 situs pornografi anak. Berdasarkan usia pengakses pornografi, 80% dari anak usia 15-17 tahun telah mengakses pornografi.

Industri pornografi juga kian cerdik dalam memperluas pasar. Mereka memanfaatkan, bukan hanya komputer yang terhubung dengan internet, namun juga handphone. Komunikasi yang mempertontonkan bagian tubuh atau perilaku seksual manusia untuk membangkitkan dorongan seksual bisa diakses dengan mudah melalui foto, kartun, sms, tulisan, film, video, sinetron, suara, bahkan lagu.

Info lengkap silahkan download di sini.

Other articles you might like;

Check Also

Sakocab SPN Kota Surabaya Hadiri Peringatan HUT ke-56 Gerakan Pramuka

Satuan Komunitas Cabang Sekawan Persada Nusantara (Sakocab SPN) Kota Surabaya menghadiri peringatan HUT ke-56 Gerakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *